Site icon SIN Malut

Akselerasi Pertumbuhan Wilayah, Pemprov Malut Matangkan Strategi Diversifikasi Ekonomi

MALUT.SIN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut) terus mematangkan strategi guna menjaga dan meningkatkan tren positif perekonomian daerah. Langkah strategis ini ditegaskan dalam Rapat Tindak Lanjut Pemantauan, Pengawalan, dan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Maluku Utara yang berlangsung di Ruang VIP Bandara Baabullah, Jumat (18/09/2026).

Rapat yang dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Drs. Samsuddin A. Kadir, ini berfokus pada pengisian instrumen pendataan guna mengukur serta mengevaluasi capaian pertumbuhan ekonomi di wilayah Maluku Utara secara berkala.

Dalam arahannya, Sekda Samsuddin A. Kadir menjelaskan bahwa pemerintah pusat saat ini menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional dapat menyentuh angka 8 persen. Guna mengejar target tersebut—di saat rata-rata pertumbuhan nasional saat ini berada di kisaran 5 hingga 6 persen—seluruh pemerintah daerah diinstruksikan untuk melakukan langkah-langkah konkret di wilayah masing-masing.

“Meskipun pertumbuhan ekonomi Maluku Utara saat ini berada pada angka yang sangat tinggi, yaitu mencapai 15 persen, kita harus menyadari bahwa angka tersebut masih didominasi dan dipengaruhi secara signifikan oleh sektor pertambangan,” ujar Samsuddin di hadapan peserta rapat.

Samsuddin menekankan bahwa tingginya ketergantungan pada satu sektor tersebut harus segera disiasati. Pemprov Malut melihat adanya peluang besar untuk memacu pertumbuhan pada sektor-sektor nontambang agar roda perekonomian dapat berputar lebih seimbang dan inklusif. Melalui rapat ini, pemerintah daerah berkomitmen menyusun laporan komprehensif terkait dengan kontribusi nyata dan program kerja yang telah dijalankan oleh setiap organisasi perangkat daerah (OPD).

Lebih lanjut, Sekda meminta komitmen penuh dari seluruh pimpinan OPD untuk menyajikan data yang akurat, valid, dan sinkron dengan kondisi riil di lapangan. Data yang diunggah nantinya akan menjadi acuan utama bagi pemerintah dalam menetapkan target pembangunan yang lebih terukur serta tepat sasaran.

“Secara administratif dan laporan, ekonomi Maluku Utara memang sudah tinggi, tetapi tidak ada salahnya untuk terus kita tingkatkan dan pemerataannya kita perluas di sektor lain,” pungkasnya.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat Pemprov Malut, di antaranya Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, Kepala Biro Perekonomian, serta para kepala dinas dari berbagai sektor krusial seperti Lingkungan Hidup, Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Koperasi, Kelautan dan Perikanan, Pangan, Perindustrian dan Perdagangan, serta Pertanian.(***)

Exit mobile version