Jakarta- Ahmad Riza Patria, Wakil Gubernur DKI Jakarta, mengatakan penangkapan Walikota Rahmat Effendi oleh KPK tidak mempengaruhi kerja sama DKI Jakarta dan Bekasi dalam program kerja sama.
“Nggak ada hubungannya penangkapan Wali Kota Bekasi dengan program-program yang berkaitan dengan DKI Jakarta, nggak ada hubungannya,” kata Riza Patria menjawab pertanyaan wartawan, Kamis (6/1/2022).
Menurut Riza, masalah hukum yang menyangkut sang Wali Kota Bekasi adalah masalah pribadi yang bersangkutan. Pemprov DKI Jakarta tak mau turut campur atau dikaitkan dengannya. Pemprov DKI jakarta juga menyerahkan sepenuhnya proses hukum kasus itu kepada KPK.
“Kami serahkan semua kepada KPK dan yang bersangkutan ya. Kita hanya bisa mendoakan semoga semuanya bisa baik tidak ada masalah,” kata Riza.
Sebagaimana diberitakan, KPK telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Total pihak yang diamankan yakni 12 orang.
“Dalam kegiatan tangkap tangan ini KPK mengamankan beberapa pihak, sejauh ini ada sekitar 12 orang,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (6/1/2022) dilansir beritasatu.com.
Ali mengatakan pihak yang diamankan yakni ASN Pemkot Bekasi serta pihak swasta. Para pihak tersebut kini masih terus dilakukan pemeriksaan.
“Di antaranya wali kota Bekasi, ASN Pemkot Bekasi dan beberapa pihak swasta,” kata Ali.
“Hingga kini pihak yang diamankan masih terus dilakukan permintaan klarifikasi dan keterangan oleh tim KPK” sambungnya.(*/cr2)











