MALUT.SIN.CO.ID – Cita rasa khas Maluku Utara mencuri perhatian pada hari pertama Tjipta UMKM Fair. Sejumlah kuliner khas daerah yang dipamerkan di stan (booth) Maluku Utara laris diborong pengunjung, sekaligus mendapat apresiasi langsung dari sejumlah tamu VIP yang hadir dalam pameran tersebut.
Ketertarikan terhadap produk Maluku Utara bahkan terlihat dari kunjungan berulang para tamu penting. Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, serta Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, bersama jajaran dua kali mengunjungi stan Maluku Utara untuk mencicipi aneka kudapan khas daerah.
Roti coe, roti kenari, lalampa, cara, wajik kenari, dan berbagai produk kuliner khas lainnya menjadi bagian dari sajian yang diperkenalkan kepada pengunjung. Produk-produk tersebut sekaligus menjadi etalase kekayaan kuliner Maluku Utara di tengah ajang yang mempertemukan pelaku UMKM dengan jejaring dunia usaha nasional.
Tjipta UMKM Fair pada hari pertama berlangsung lancar dan mendapat antusiasme tinggi. Sebanyak 108 pelaku UMKM dari berbagai pilar usaha di lingkungan Sinar Mas ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Selain Veronica Tan dan Irene Umar, kegiatan tersebut turut dihadiri Komisaris MRT Jakarta, Heru Budi Hartono; Ketua Umum Eka Tjipta Foundation, Hong Tjhin; serta para pimpinan dari berbagai pilar usaha Sinar Mas.
Kepala Badan Penghubung Provinsi Maluku Utara selaku person in charge (PIC) keikutsertaan daerah dalam pameran tersebut mengatakan, partisipasi Maluku Utara merupakan bagian dari perhatian Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, terhadap pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif masyarakat.
“Keikutsertaan Maluku Utara dalam kegiatan ini merupakan salah satu bentuk perhatian Ibu Gubernur untuk terus mempromosikan dan mengembangkan usaha ekonomi kreatif masyarakat Maluku Utara melalui berbagai event di tingkat nasional,” ujarnya.
Untuk menyukseskan keikutsertaan tersebut, Badan Penghubung Provinsi Maluku Utara berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku Utara, Bank Indonesia, Himpunan Keluarga Maluku Utara (HIKMU), serta pelaku UMKM, baik dari daerah maupun diaspora Maluku Utara di Jakarta.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku Utara, Ronny Saleh, mengatakan bahwa kehadiran UMKM daerah dalam forum seperti Tjipta UMKM Fair memberikan manfaat lebih jauh dari sekadar promosi produk.
Menurut Ronny, kesempatan bertemu langsung dengan konsumen dan jejaring usaha nasional menjadi ruang penting bagi pelaku UMKM untuk melihat bagaimana produk lokal dapat dikembangkan agar memiliki daya saing yang lebih tinggi.
“Yang kita bawa ke Jakarta bukan hanya produknya, melainkan juga cerita dan identitas Maluku Utara. Ketika produk kita mendapat respons positif dan dibeli oleh masyarakat, itu menunjukkan bahwa produk UMKM kita memiliki potensi untuk masuk ke pasar yang lebih luas,” kata Ronny.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara akan terus mendorong pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk, kemasan, konsistensi produksi, hingga kemampuan pemasaran agar mampu memenuhi kebutuhan pasar yang lebih besar.
“Respons pengunjung hari ini tentu menjadi penyemangat bagi pelaku UMKM. Ke depan, kita ingin produk-produk seperti ini tidak berhenti pada pameran, tetapi bisa berlanjut menjadi peluang pasar dan kerja sama usaha,” ujarnya.
Antusiasme tersebut terlihat sepanjang hari di stan Maluku Utara. Produk kuliner yang disajikan menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya secara langsung.
Partisipasi Maluku Utara dalam Tjipta UMKM Fair merupakan hasil kolaborasi lintas pihak. Selain Badan Penghubung dan Disperindag Maluku Utara, dukungan juga datang dari Bank Indonesia, HIKMU, pelaku UMKM daerah, serta diaspora Maluku Utara yang berada di Jakarta.
Pameran akan berlanjut pada hari kedua. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, dijadwalkan hadir bersama Board Member Sinar Mas, Franky O. Widjaja; Managing Director Sinar Mas, Ferry Salman; serta jajaran manajemen Sinar Mas lainnya.
Kehadiran Gubernur pada hari kedua diharapkan semakin memperkuat promosi produk UMKM Maluku Utara sekaligus membuka ruang interaksi yang lebih luas antara pelaku usaha daerah dan jejaring dunia usaha nasional.(***)











