oleh

Sekda Malut Sampaikan Tiga Pesan Utama dalam Kuliah Tamu di IAIN Ternate: Hikmat, Sejarah Moloku Kie Raha, dan Pemerintahan Melayani

MALUT.SIN.CO.ID – Dalam rangka Dies Natalis ke-60 Fakultas Tarbiyah IAIN Ujungpandang di Ternate, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara menyampaikan kuliah tamu (guest lecture) di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Senin (31/8/2026). Kuliah umum ini digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan kampus dan dihadiri oleh Rektor IAIN Ternate, para Wakil Rektor, Kepala Biro, serta sivitas akademika. Sebelumnya, acara dirangkaikan dengan sesi edukasi kebangsaan dan ekonomi syariah oleh Bank Indonesia.

Dalam pemaparannya, Sekda mengangkat tiga tema utama, yaitu pendidikan berbasis nilai keagamaan, sejarah peradaban Maluku Utara, dan arah pemerintahan saat ini.

1. Pendidikan Mengikuti Tahapan Rukun Islam

Sekda mengibaratkan proses pendidikan seperti lima tahapan dalam Rukun Islam.

“Tahapan pertama adalah pendaftaran. Sama seperti masuk Islam dengan dua kalimat syahadat. Dalam pendidikan, visinya adalah menjadikan manusia berakhlak baik,” ujarnya.

Tahapan kedua adalah belajar, yang diibaratkan dengan salat sebagai upaya menjauhkan diri dari perbuatan keji dan mungkar. Tahap ketiga adalah ujian, diibaratkan dengan puasa yang menguji apakah seseorang sudah menjadi pribadi yang baik. Tahap keempat adalah praktik, diibaratkan dengan zakat dan infak sebagai bukti kepedulian sosial.

Baca Juga  KERIS Akan Surati Presiden Joko Widodo Soal Rokok

“Tahapan kelima adalah wisuda. Dalam Islam, puncaknya ada di Arafah. Intinya, pendidikan ini bertujuan agar kita menjadi orang yang lebih baik,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menghayati salat, tidak sekadar menggugurkan kewajiban. Mengutip hadis riwayat Abu Hurairah dan buku Tafsir Salat karya Amir (2021), Sekda menjelaskan bahwa dalam salat terjadi dialog antara hamba dan Allah.

“Setelah Surah Al-Fatihah, ada ruang bagi kita untuk meminta. Oleh karena itu, manfaatkan surah-surah pendek sesuai hajat kita. Namun sebelumnya, bersihkan ‘memori’ dengan istigfar dan perbanyak selawat agar doa tidak terhalang dosa,” pesannya.

Baca Juga  Pertamina Upayakan Pemadaman Dan Evakuasi Warga

Ia pun mengingatkan pentingnya bersabar yang dipasangkan dengan salat dalam Surah Al-Baqarah ayat 45 dan 153.

2. Semangat Moloku Kie Raha

Pada sesi kedua, Sekda mengisahkan sejarah pembentukan Maluku Utara. Dahulu, empat pemimpin dari Pulau Gapi, Duko, Tua, dan Marah berkumpul di Pulau Ternate dan bersumpah membentuk Moloku Kie Raha.

“Dari sumpah itu lahir empat kata berkah: Ternate dari ‘totike‘ artinya mencari, sehingga aktif dan berkembang; Tidore dari ‘toderu‘ artinya mendapatkan, makanya orang Tidore punya peluang besar; Moti artinya istirahat, memberi ketahanan; serta Bacan dari ‘marah’,” terangnya.

Ia menilai nilai-nilai tersebut masih relevan. “Jika kita khusyuk, punya tekad, yakin, dan bersama-sama meminta, hal itu akan tercapai. Ini juga dibuktikan oleh ilmu fisika kuantum bahwa pikiran dan keyakinan memancarkan energi,” tambahnya.

3. Pemerintahan Saat Ini Adalah Pelayan

Baca Juga  Ketua ILUNI UMB Nilai Sosok Jenderal Dudung Abdurachman Wahid Miliki Potensi Besar Pimpin Indonesia

Pada sesi terakhir, Sekda menyampaikan bahwa corak pemerintahan saat ini adalah pemerintahan yang melayani.

“Dahulu pemerintah dipandang sebagai wakil Tuhan, lalu seperti orang tua di era Orde Baru. Sekarang pemerintah adalah pelayan. Apa pun yang disampaikan masyarakat akan kami pelajari dan jadikan masukan,” katanya.

Ia juga merespons aspirasi Rektor IAIN Ternate terkait kebutuhan kampus dan menyatakan akan menindaklanjutinya.

Sebelumnya, Rektor IAIN Ternate, Adnan Mahmud, dalam pengantarnya mendorong percepatan alih status IAIN menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Babullah pada 2027 melalui undang-undang. Dalam dokumen kementerian saat ini, nama UIN Ternate telah tercantum. Proses alih status ini bersifat lintas kementerian dan memerlukan Keputusan Presiden sehingga diharapkan mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam pengembangan pendidikan keagamaan.

Kuliah umum tersebut ditutup dengan foto bersama pimpinan IAIN Ternate dan seluruh undangan yang hadir.(***)

News Feed