oleh

Wagub Malut Buka Asistensi Stunting Bersama Kemendagri, Soroti Dua Kabupaten Fokus

MALUT.SIN.CO.ID – Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, membuka secara resmi kegiatan Asistensi dan Supervisi kepada Pemerintah Daerah dalam Rangka Peningkatan Kinerja Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Maluku Utara. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara luring dan daring di ruang rapat lantai 2 Rumah Jabatan Wagub eks-Chrysant, Jumat (16/10/2026).

Kegiatan yang difasilitasi oleh Direktorat Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III Kementerian Dalam Negeri ini dihadiri secara luring oleh Analis Kebijakan Ahli Madya Kemendagri, Triadi Maharso, beserta jajaran; Kepala Bappeda Provinsi Maluku Utara, M. Sarmin Adam, beserta jajaran; pimpinan OPD terkait; Poltekkes Kemenkes Ternate; serta perwakilan Kabupaten Halmahera Utara dan Kabupaten Kepulauan Sula sebagai kabupaten fokus. Sementara itu, peserta lainnya hadir secara daring.

Baca Juga  BPJS Kesehatan Mendorong Peningkatan Pelayanan RSPAD Gatot

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang bersama untuk monitoring, evaluasi, dan sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

“Kegiatan ini merupakan ruang bersama untuk melakukan monitoring dan evaluasi, karena upaya penurunan stunting tidak dapat dilepaskan dari upaya pengentasan kemiskinan, perbaikan infrastruktur dasar, dan peningkatan kualitas layanan kesehatan,” ujar Wagub.

Wagub juga mengakui masih adanya kesenjangan antara pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan fakta sosial di lapangan. Antusiasme masyarakat pada pasar murah menjadi indikator bahwa intervensi nyata masih sangat dibutuhkan sehingga data dan perencanaan harus benar-benar mencerminkan pelayanan yang diterima masyarakat.

Baca Juga  Satlantas Kepolisian Resor Sleman Selidiki Kasus Kecelakaan Tunggal Truk Terguling di Kawasan Objek Wisata Tebing Breksi

“Harapan saya, forum ini dapat menghasilkan langkah perbaikan yang konkret. Mari kita jadikan hasil asistensi ini sebagai baseline (data awal) untuk memperkuat pembinaan kepada kabupaten/kota, terutama Halmahera Utara dan Kepulauan Sula,” tutupnya.

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Madya Dit. SUPD III Kemendagri, Triadi Maharso, menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Maluku Utara yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa tujuan asistensi adalah untuk memastikan data, perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi berada dalam satu rangkaian yang saling menguatkan hingga tingkat kecamatan dan desa.

Baca Juga  BPS Jabar Lakukan Sensus, Jumlah Penduduk Terus Mengalami Peningkatan

Triadi menyoroti capaian kinerja dua kabupaten fokus yang masih berada pada kategori sedang. Pada aksi konvergensi ketiga, baru 2 desa atau sekitar 0,73% yang menunjukkan kinerja baik.

“Untuk Kepulauan Sula, fokusnya pada peningkatan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah ibu hamil, perluasan Ante Natal Care (ANC), dan pembinaan desa terhadap data sasaran. Adapun Halmahera Utara fokus pada pemantauan tumbuh kembang, peningkatan imunisasi, perbaikan sanitasi, dan perluasan desa berkinerja baik. Hasil ini harus segera ditindaklanjuti menjadi Rencana Tindak Lanjut yang jelas,” pungkasnya.(***)

News Feed