oleh

Tatap Kemandirian Fiskal Daerah, PAD Malut Optimistis Capai Target

MALUT.SIN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai langkah strategis memperkuat kemandirian fiskal daerah. Upaya ini dilakukan melalui kegiatan pendataan dan verifikasi lapangan oleh OPD teknis penghasil pendapatan yang dipimpin oleh Wakil Gubernur H. Sarbin Sehe, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan yang bertempat di Ruang Rapat Wakil Gubernur ini menjadi forum evaluasi terhadap capaian pendapatan daerah sekaligus penguatan strategi dalam mengoptimalkan potensi PAD dari berbagai sektor.

Baca Juga  Sekjen Gerindra Minta Kader Menangkan Prabowo di Setiap TPS di Kabupaten Bogor

H. Sarbin Sehe saat membuka arahannya menekankan pentingnya keterpaduan antara perencanaan, penganggaran, dan pendapatan sebagai fondasi utama pembangunan. Wagub mengingatkan bahwa perencanaan pembangunan harus selaras dengan alokasi pendapatan agar kebijakan yang dirumuskan dapat diimplementasikan secara efektif di daerah.

Kepala Bapenda Malut, Zainab Alting, memaparkan bahwa sektor PAD Maluku Utara menunjukkan pertumbuhan positif. Data per 15 September, ungkap Zainab, menunjukkan bahwa capaian PAD mencapai 103% dari target APBD induk, sedangkan untuk APBD Perubahan mencapai 97%.

Baca Juga  Benih Lobster Hasil Sitaan Dilepasliarkan

“Alhamdulillah, PAD saat ini berada di angka Rp1,220 triliun dari target Rp1,580 triliun di APBD-P dan kami optimistis akhir tahun target tersebut dapat tercapai,” jelasnya.

Sementara itu, realisasi pendapatan daerah mencapai Rp2,431 triliun atau 75,71% dari target APBD-P.

Wagub mengingatkan pentingnya optimalisasi target PAD yang telah ditetapkan guna memastikan berjalannya program pemerintah dan sehatnya pengelolaan anggaran, terutama sektor pajak dari perusahaan-perusahaan.

Baca Juga  Dirlantas: Tidak Ada Polisi Yang Terinfeksi COVID-19 Selama Operasi Ketupat

“Harus ada tolok ukur keberhasilan yang jelas, evaluasi berkala, optimalisasi UPT dan personel teknis, pemanfaatan teknologi informasi, serta pengawasan terhadap potensi penyimpangan,” tutup Sarbin.(***)

News Feed