oleh

Soroti Ego Sektoral, Wagub Malut Minta Ahli Konstruksi Kawal Pembangunan untuk Rakyat

MALUT.SIN.CO.ID – Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, secara resmi membuka Pelatihan, Uji Kompetensi, dan Sertifikasi Tenaga Ahli Konstruksi di Hotel Bela, Senin (3/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, Wagub menekankan bahwa keahlian teknis para insinyur harus dibarengi dengan integritas moral agar proyek infrastruktur daerah tidak mubazir.

“Kita tidak kekurangan melahirkan insinyur, tetapi bangsa ini butuh juga ‘sertifikat kejujuran’. Sehebat apa pun ahlinya, kalau hatinya tidak jujur, kita belum bisa membanggakan,” tegas Sarbin saat memberikan sambutan di Ruang Halmahera lantai 2 Hotel Bela.

Sentilan keras ini disampaikan Wagub menanggapi masih adanya infrastruktur daerah yang mangkrak dan tidak berfungsi, seperti gedung, jalan, dan jembatan. Menurutnya, kegagalan tersebut berakar dari perencanaan yang tidak tepat sasaran dan minimnya komitmen moral.

Baca Juga  Persiraja Banda Aceh Gelar Latihan Terakhir, Sambil Tunggu Kejelasan Kompetisi

Sarbin meminta para tenaga ahli konstruksi menjadi “mata dan telinga” pemerintah dalam merumuskan program yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat, seperti akses air bersih dan penyelesaian jembatan terbengkalai. Ia juga mendesak penguatan koordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan Balai PUPR agar tidak ada ego sektoral dalam pembangunan.

“Jangan sampai ada jalan belum dibangun karena saling lempar tanggung jawab administratif. Kepentingan masyarakat harus jadi prioritas utama. Kalau masyarakat belum butuh, jangan dulu dibangun,” imbuhnya.

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, Sarbin mengingatkan bahwa sertifikat kompetensi kini menjadi kewajiban mutlak bagi setiap tenaga kerja konstruksi, termasuk aparatur sipil negara (ASN) di bidang teknik. Hal ini menjadi bukti keprofesionalan aparatur yang bekerja berbasis standar regulasi, bukan sekadar kebiasaan.

Baca Juga  Perumda Sarana Jaya Perkenalkan Layanan WBS

Kegiatan strategis ini merupakan hasil kolaborasi Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, dan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VII Jayapura.

Ketua Panitia, Saiful Amin, melaporkan bahwa agenda tahun ini diikuti oleh 123 peserta yang terbagi ke dalam empat spesialisasi teknis:

– Tenaga Ahli Perencanaan Jembatan Rangka Baja: 29 peserta

– Teknik Irigasi: 31 peserta

– Teknik Pantai: 33 peserta

– Teknik Air Minum: 30 peserta

“Sebanyak 50 peserta langsung mengikuti uji sertifikasi, sementara sisanya mengikuti pelatihan intensif. Pemateri dan asesor kami datangkan dari BUMN konstruksi, Balai Wilayah Sungai Maluku Utara, hingga UPT Kementerian PU,” jelas Saiful.

Baca Juga  Cak Gembos: Persatuan Bangsa Bukan Hanya Saat Terjadi Bencana

Apresiasi serupa datang dari Sekretaris Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Nanan Abidin, yang hadir secara daring (online) melalui Zoom. Nanan menilai sertifikasi ini merupakan langkah nyata penegakan hukum dan etika profesi di Maluku Utara.

“Kami berharap program ini memicu efek berganda (multiplier effect) bagi daerah, mulai dari peningkatan mutu proyek, penguatan daya saing pekerja lokal, hingga tumbuhnya kembali kepercayaan publik terhadap hasil infrastruktur,” pungkas Nanan.

Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh Asisten II Gubernur Bidang Administrasi dan Pembangunan Malut serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Malut.

News Feed